17 Desember 2019 11:53:43
Ditulis oleh Agus S

SOSIALISASI & PENYULUHAN KB DESA SADANG TAHUN 2019

sadang-jatirogo.desa.id - Keluarga Berencana (KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya. Gerakan keluarga berencana diartikan sebagai upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui upaya pendewasaan usia perkawinan, pengendalian kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga dalam rangka melembagakan dan membudidayakan norma keluarga kecil bahagia dan sejahteraan.

   Program KB juga secara khusus dirancang demi menciptakan kemajuan, kestabilan, dan kesejahteraan ekonomi, sosial, serta spiritual setiap penduduknya. Program KB di Indonesia diatur dalam UU N0 10 tahun 1992, yang dijalankan dan diawasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Untuk mendukung program KB yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusatdan diatur oleh Undang-Undang, Pemerintah Desa Sadang berinisiatif menyelengarakan Sosialisasi Penyuluhan KB untuk masyarakat Desa Sadang.

     Kegiatan ini diselengarakan di Pendopo Balai Desa Sadang pada hari senin tanggal 16 Desember 2019 dan terselenggara atas kerja sama dengan Puskesmas Jatirogo dan PLKB Kecamatan Jatirogo. Hadir dalam acara Sosialisasi dan Penyuluhan KB ini Ibu Suwarti S.ST, MM selaku Programmer bidang KB Puskesmas Jatirogo, Bidan Desa Sadang Ibu Yuyun Soehartini, Ibu Susmiati selaku PLKB Kecamatan Jatirogo, PKBD dan Sub PKBD Desa Sadang, Kader Kesehatan Desa Sadang, TP PKK Desa Sadang beserta calon akseptor KB Desa Sadang.

     Tujuan diadakannya acara ini adalah mengendalikan pertumbuhan penduduk di Desa Sadang yang beberapa tahun terakhir angka kelahirannya termasuk kedalam kategori tinggi. Adapun hal tersebut disebabkan banyak dari masyarakat yang "ogah" untuk melaksanakan program KB, khususnya KB jangka panjang. Pengetahuan yang minim dan pendidikan KB yang kurang insentif ditengarai sebagai penyebabnya. Bahkan tidak sedikit dari masyarakat yang merasa takut untuk melaksanakan program KB dengan alasan khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan dari alat KB.

Ibu Suwarti S.ST, MM selaku Bidan Senior di kecamatan Jatirogo menjelaskan tentang pentingnya program KB untuk kesejahteraan masyarakat. "Nek anak e wis 3 iseh cilik kabeh, sopo sing susah ? (kalau anaknya sudah 3 masih kecil semua, siapa yang susah ?), oleh karena itu kita perlu untuk merencanakan kehamilan agar tercapai kesejahteraan didalam keluarga, ungkap beliau. Beliau juga menjelaskan bahwa program KB tidak memiliki efek samping terhadap keharmonisan hubungan suami istri karena tidak akan terjadi perubahan yang signifikan terhadap tubuh.

Bidan Desa Sadang, Ibu Yuyun Soehartini menambahkan untuk PKBD Desa Sadang agar lebih bisa meningkatkan jumlah akseptor KB dengan mengajak saudara, teman, tetangga terdekat yang sudah memiliki dua anaka untuk melakukan program KB, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dari 100 orang yang melakukan program MKJP ada 1 orang yang hamil, hal ini berarti tingkat keberhasilannya mencapai 99%. Oleh karena itu bagi keluarga yang ingin melaksanakan program MKJP untuk segera menghubungi Bidan atau Puskesmas terdekat agar kehamilannya bisa direncanakan, imbuh Beliau.

Semoga dengan acara ini kesadaran masyarakat Desa Sadang untuk melaksanakan program kB dapat meningkat sehingga pertumbuhan penduduk dan angka kehamilan dapat dikendalikan. Jika Pertumbuhan penduduk terkendali maka kesejahteraan masyarakat pun juga akan meningkat. (@gus_sung)

 

sumber artikel : Wikipedia Indonesia , Hellosehat.com



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus