21 November 2019 18:24:52
Ditulis oleh Agus S

GERAKAN EDUKASI MAKAN IKAN CEGAH STUNTING OLEH KB BINA ANAK CERIA (BAC) SADANG

sadang-jatirogo.desa.id - Hari Ikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 November ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Januari 2014 melalui Surat Keppres (Keputusan Presiden) Republik Indonesia No. 3 Tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional. Perayaan ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi. Selain itu, penetapan Hari Perikanan Nasional juga dilakukan sebagai pengingat bahwa Indonesia memiliki potensi perikanan yang perlu dimanfaatkan secara optimal namun tetap berprinsip pada kelestarian alam. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperkenalkan ikan sebagai salah satu bahan pangan serta mengajak masyarakat mulai mengonsumsi ikan yang menjadi salah satu sumber protein penting, Kementrian Kesehatan dan Kementrian kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menggalang sebuah Gerakan Memasyarakatkan Ikan (GEMARIKAN). Lewat pengenalan ini, Pemerintah Indonesia mengeluarkan penjelasan mengenai serba-serbi ikan serta identifikasi ikan yang layak dikonsumsi.

     Dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasioanl (HARKANNAS), Kelompok Bermain Bina Anak Ceria (KB BAC) Desa Sadang menyelenggarakan kegiatan Gerakan Edukasi Makan Ikan Cegah Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Sadang hari kamis tanggal 21 Nopember 2019. Dalam kegiatan ini KB BAC menghadirkan seluruh putra-putri murid BAC beserta seluruh orang tua/ wali murid. Ketua Yayasan KB Bina Anak Ceria yang sekaligus juga merupakan Ketua PKK Desa Sadang, Tutik Handayani Amd,Keb. hadir dalam acara ini sebagai narasumber. Beliau menyampaikan bahwa Stunting atau kerdil adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Stunting tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa dewasanya, ujarnya.

     Mengkonsumsi ikan sejak dini menjadi penting karena banyaknya kandungan gizi pada ikan yang sangat baik untuk kecerdasan otak, pertumbuhan dan perkembangan anak. Ikan yang merupakan bahan pangan yang sangat baik bagi tubuh manusia karena ikan mengandung zat zat yang dibutuhkan seperti protein, mineral, asam amino dan terutama omega 3 yang tinggi. Dengan mengajarkan anak dari usia dini untuk gemar makan ikan, diharapkan hal tersebut dapat memenuhi asupan gizi bagi anak-anak sehingga kebutuhan gizi mereka tercukupi dan Stunting dapat terhindari.

    Dizaman yang serba instan ini, anak-anak jarang sekali makan ikan. Selera mereka untuk makan ikan pun sangat rendah. Anak-anak lebih memilih makanan cepat saji/makanan instan buatan pabrik yang sebenarnya hal tersebut kurang baik bagi kesehatan anak. Untuk itu Ketua Yayasan KB BAC mengajak para ibu untuk selalu menambahkan ikan ke dalam menu makan sehari-hari bagi anak-anak. Ikan tidak harus dimasak dalam bentuk ikan yang emang kurang diminati anak-anak. Para Ibu bisa mengolah ikan menjadi nugget ataupun otak-otak ikan yang dari segi bentuk lebih disukai anak-anak. 

Setelah pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Sebelumnya para murid BAC diminta oleh Bunda PAUD untuk membawa bekal makanan dari rumah dengan menu ikan. Anak-anak pun dengan semangat membuka bekal yang mereka bawa dari rumah dan dengan dibantu oleh orang tua mereka makan bersama dengan lahapnya. 
Dengan kegiatan ini diharapkan minat anak-anak untuk mekan ikan akan bertambah sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka dan dapat mencegah stunting.  (@gus_sung)

 

sumber artikel : Wikipedia Indonesia, Tribunbanjarbaru.com







Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus