24 September 2019 21:14:42
Ditulis oleh Agus S

SOSIALISASI PENANGKARAN BENIH JAGUNG HIBRIDA DI DESA SADANG

sadang-jatirogo.desa.id - Dalam rangka Pilot Project pembenihan benih jagung hibrida berbasis korporasi petani di wilayah Jatirogo , Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Republik Indonesia melalui Kecamatan Jatirogo dan UPTD Pertanian Jatirogo menyelenggarakan  Sosialisasi Penangkaran Benih dan Persiapan Tanam Menjelang Musim Penghujan. Acara di gelar pada hari selasa tanggal 24 september pukul 08.30 pagi dan bertempat di Pendopo Balai Desa Sadang. Acara ini dihadiri oleh UPTD Pertanian Kecamatan Jatirogo, Kepala Desa beserta perangkat Desa Sadang, Babinsa Desa Sadang, Ketua Kelompok Tani Desa Sadang dan 50 orang Anggota Kelompok Tani Desa Sadang. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anggota kelompok tani di Desa Sadang tentang tata cara bertanam jagung yang nantinya hasil panen tersebut akan digunakan untuk benih jagung hibrida.

Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Sadang, Ibu Suci Arini. Beliau mengucapkan terima kasih kepada anggota kelompk tani yang sudah menyempatkan diri menghadiri acara ini di sela-sela kesibukan pekerjaan. Sebentar lagi kita menghadapi musim penghujan, jadi sosialisasi ini sangat penting sekali agar nanti para petani mengetahui tata cara menanam jagung hibrida agar hasilnya menjadi bagus, Setelah acara ini diharapakan petani bisa mendapatkan ilmu pertanian baru yang bermanfaat dan semoga ilmu tersebut bisa diajarkan dan ditularkan kepada rekan-rekan sesama petani yang pada hari ini tidak bisa menghadiri acara ini, sehingga ilmu ini bisa menyebar luas dikalangan petani di Desa Sadang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tim dari UPTD Pertanian Kecamatan jatirogo. Sesuai arahan dan instruksi dari Departemen Pertanian, bahwa rencananya di Kecamatan Jatirogo akan di jadikan Pilot Project Pembenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi. Kedepan akan didirikan perusahaan produksi benih jagung hibrida yang akan memasok bahan baku utamanya dari petani di Kecamatan Jatirogo, khususnya dari Desa Sadang. Untuk itu maka petani di Desa Sadang harus mengetahui bagaimana cara menanam jagung yang akan digunakan untuk pembenihan jagung hibrida.Di Desa Sadang dinilai sangat potensial untuk dilakukan penanaman jagung hibrida ini dikarenakan memiliki wilayah pertanian yang luasdan sumber air yang dirasa cukup.

Dalam bertanam jagung hibrida ini di Desa Sadang ditergetkan ada 600 hektar lahan yang akan digunakan untuk pembenihan, adapun batas minimalnya adalah 300 hektar jika angka 600 hektar dirasa belum memenuhi. Kemudian para petani akan didampingi dan dikawal dari awal pembenihan sampai masa panen oleh UPTD Pertanian. Petani hanya perlu menyiapkan lahan pertanian dan tenaga kerja. Petani akan diberikan bantuan berupa benih jagung hibrida sebanyak 25kg yang mana didalamnya terdapat sekitar 15kg jagung betina dan 10kg jagung jantan. Untuk pupuk nantinya petani juga akan mendapatkan bantuan dari UPTD pertanian. Tentang tata cara penanaman, jagung betina harus ditanam terlebih dahulu sekitar 4-5 hari sebelum menanam jagung jantan. hal ini dikarenakan pertumbuhan jagung betina akan lebih cepat dibandingkan dengan jagung jantan. Letak dan jarak tanam harus diperhatikan karena 1 pohon jagung jantan harus bisa membuahi sekitar 4 pohon jagung betina. Sehingga apabila letak penanamannya kurang tepat maka kemungkinan pembuahan akan semakin kecil. Pada jagung betina tidak boleh terdapat bunga, karena yang boleh berbunga hanyalah jagung jantan dan jagung betina bertugas untuk menghasilkan buah. Petani harus rutin dalam pengecekan bunga dan dipastikan agar jagung betina tidak sampai berbunga. Petani juga harus melakukan penyerbukan secara manual dengan cara mengawinkan bunga dari jagung jantan kepada jagung betina. Inilah proses yang akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Dan diusahakan dilingkungan sekitar pembenihan jangan sampai terdapat tanaman jagung jenis lain, harus benar-benar steril agar jagung betina tidak dibuahi oleh jagung jenis lain yang nantinya akan merudak jenis dan varietas jagung hibrida tersebut, papar Petugas dari UPTD Pertanian Kecamatan jatirogo.

Selanjutnya setelah masa panen tiba, petani menjual hasi panen jagung tersebut kepada perusahan pembenihan jagung yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah yang mendukung dan membantu petani dari awal masa tanam hingga masa panen tiba. Jika sistem ini berjalan lancar, bukan tidak mungkin Desa Sadang dan Kecamatan Jatirogo akan menjadi PILOT PROJECT Pembenihan Jagung Hibrida. (@gus_sung)



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus