04 September 2019 19:48:10
Ditulis oleh Agus S

PENILAIAN ADMINISTRASI LOMBA DESA SIAGA SE-KABUPATEN TUBAN

sadang-jatirogo.desa.id - Waktu menunjukkan pukul 08.30 WIB pagi dihari selasa tanggal 3 september 2019 yang cerah. Petugas kebersihan Kabupaten Kota Tuban masih terlihat sibuk menyelesaikan tugas mereka dengan membersihan jalan Brawijaya. Nampak beberapa rombongan mulai berdatangan dengan mengendarai ambulance Desa dan beberapa menggunakan kendaraan pribadi. Segebok buku dan arsip yang terlihat begitu berat mereka bawa dengan menggunakan tas ransel dan box kontainer. Tas ransel dan box kontainer tersebut berisi buku administrasi yang akan digunakan untuk penilaian administrasi lomba desa siaga. Sebanyak 17 Desa dari berbagai Kecamatan se-Kabupaten Tuban mengikuti Penilaian Administrasi Lomba Desa Siaga Tahun 2019.

Peserta yang datang secara bergiliran mengisi daftar hadir yang sudah disediakan oleh panitia. Seteleh mendaftarkan diri, pesertapun memasuki ruangan penilaian lomba. Didalam ruangan tampak para juri yang berjumlah 9 orang sudah menunggu dan siap untuk melakukan penilaian terhadap administrasi desa siaga. Kesembilan Dewan Juri tersebut berasal dari instansi dan bidang yang berbeda. Mulai dari DIpemas, Promkes 1, Promkes 2, Gizi, KIA, PKK, PL, P3MK dan Kesra. Masing-masing Dewan Juri memiliki kualifikasi dan penilaian yang berbeda-beda sesuai dengan bidangnya.

Dalam penilaian administrasi lomba desa siaga ini Pemerintah Desa Sadang diwakili oleh Yuyun Soehartini selaku Bidan Desa Sadang, Fitria Wahyuni Nur Aida selaku Kader Desa Siaga dan Agus Sungaedi selaku Sekretarsi Desa Sadang dan Ketua Poskesdes Desa Sadang. Setelah mempersiapkan dokumen dan dipilah-pilah sesuai per bidang, penjurian pun dimulai. Untuk yang pertama Tim Desa Sadang mengajukan penilaian di bidang Promkes I dan Promkes II. Bidang ini merupakan bidang yang paling banyak penilaian administrasinya. Disini penilaian meliputi apakah di Desa ada Forum Masyarakat Desa (FMD), apakah di Desa ada kader kesehatan, kemudahan akses pelayanan kesehatan, dukungan dana untuk kegiatan kesehatan di Desa dan peraturan Kepala Desa yang mengatur. Masing-masng pertanyaan mempunyai bobot 20 jika semuanya ada dan lengkap dan point 10 jika ada namun belum lengkap dan seterusnya.

Dilanjutkan dengan penilaian juri di bidang Kesra dan P3MK. Tim di berikan beberapa pertanyaan mengenai JUMANTIK (Juru Pemantau Jentik), PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan SBM (Survey Berbasis Masyarakat). Tim juga diberikan pertanyaan apakah yang dilakukan apabila di Desa terdapat kasus Demam Berdarah. Apakah yang dilakukan oleh kader kesehatan apabila terjadi kasus gawat darurat dan posisi Bidan Desa sedang tidak ada di tempat. Tim Desa Sadang pun memberikan penjelasan secara detail dengan dukungan bukti administrasi yang sudah ada.

Kemudian bergeser ke penilaian dari Juri di bidang KIA dan Gizi. Disini tim diberikan pertanyaan apakah administrasi tentang ibu hamil, ibu melahirkan dan kematian ibu melahirkan di Desa sudah lengkap. Apakah di Desa terdapat ambulance Desa dan apakah sudah ada SK nya. Apakah ada dana sosial dari masyarakat untuk membantu kegiatan kesehatan kesehatan, jika ada mohon sebutkan. Pertanyaan yang bertubi-tubi tersebut memang sangat menguras emosi dan energi dan membuat Tim sedikit agak tegang. Namun karena dukungan administrasi yang baik, Tim Desa Sadang dapat menjawab dan menunjukkan administrasi yang diminta oleh tim juri.

Acara dilanjutkan dengan makan siang dan sholat dzuhur. Setelah beberapa menit beristirahat acara penjurian dilanjutkan kembali. Tim Desa Sadang menuju ke Juri dari Dipemas. Disini pertanyaan yang diajukan adalah seputar anggaran kesehatan. Apakah Desa sudah menganggarkan dana untuk bidang kesehatan, jika ada sebutkan sumbernya. Berapakah jumlah Dana Desa yang digelontorlan Desa untuk bidang kesehatan, dan nilai tersebutada berapa persen dari total Dana Desa. Dan pertanyaan terakhir adalah apakah sudah ada anggaran yang dianggarkan untuk kader kesehatan. Karena menyangkut penganggaran Dana, dengan sigap Ketua Poskesdes yang juga Sekretaris Desa Sadang menjawab pertanyaan tersebut tanpa kendala.

Dan Juri terakhir adalah bidang PL dan PKK. Disini tim juri tidak terlalu banyak mengajukan pertanyaan. Mereka hanya mereview dari hasil penjurian dari juri sebelumnya dan memberikan motivasi, arahan dan saran agar sarana kesehatan yang ada di Desa bisa dilengkapi dan dianggarkan dari Dana Desa untuk semua kebutuhan kesehatan baik di Poskesdes maupun untuk keperluan Desa Siaga. Selain itu SK juga harus diperhatikan jangan sampai ada SK yang terlewat dan buku administrasi Bidan Desa juga harus dilengkapi.

Sekira pukul 16.30 WIB Tim Desa Sadang selesai melakukan penilaian di sembilan Juri yang ada. Peserta yang lain pun juga sudah menyelesaiakan penilain kesemua Juri. Seluruh peserta kemudian mengumpulkan Checlist Penilaian Administrasi Lomba Siaga yang sudah ditandatangani oeleh ke-sembilan Juri. Setelah mengumpukan checklist penilain, seluruh peserta meninggalkan ruangan dan berpamitan pulang. Adapun hasilnya akan diumumkan nanti setelah penilaian administrasi ke-semua Desa selesai. Karena hari rabu dan kamis masih dilaksanakan penilaian administrasi lomba desa siaga untuk Desa di Kecamatan lain. Tim yang masuk 10 besar nantinya akan dievaluasi lebih lanjut dan dilakukan kunjungan oleh Tim dari DInkes Tuban untuk dilakukan penilaian lanjutan di lapangan. (@gus_sung)

 

 

 



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus